
Tema : Membangun Jiwa Taqwa sebagai Calon Pendidik
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik dalam membangun akhlak dan peradaban.
Bapak/Ibu yang dirahmati Allah,
Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus. Ramadhan adalah bulan pembentukan karakter. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
Tujuan utama puasa adalah menjadi pribadi yang bertakwa. Kita sedang dipersiapkan menjadi pendidik yang berkarakter.
There is a powerful quote that says:
“Education is not the filling of a pail, but the lighting of a fire.”
Artinya, pendidikan bukan sekadar mengisi pikiran dengan ilmu, tetapi menyalakan semangat dan nilai dalam diri. Dan api itu hanya bisa dinyalakan oleh pribadi yang memiliki integritas dan ketakwaan.
Taqwa dan Pengendalian Diri
Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Puasa melatih kita menjaga lisan dan sikap. Dalam konteks kita sebagai calon guru Bahasa Inggris, menjaga lisan sangat penting. Bahasa adalah alat komunikasi, dan komunikasi mencerminkan kepribadian.
Ramadhan sebagai Momentum Self-Improvement
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk self-improvement.
Remember this:
“Small consistent improvements lead to lasting success.”
Perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan besar.
Satu halaman Al-Qur’an setiap hari.
Satu kebaikan setiap hari.
Satu perbaikan sikap setiap hari.
Itulah proses membangun taqwa.
Sebagai Seorang pendidik, kita adalah role model. Siswa tidak hanya mendengar apa yang kita ajarkan, tetapi melihat siapa diri kita.
There is another meaningful quote:
“The best teachers teach from the heart, not from the book.”Pendidik terbaik mengajar dari hati, bukan hanya dari buku. Dan hati yang bersih lahir dari ketakwaan.
Penutup
Mari jadikan Ramadhan ini sebagai momentum transformasi diri.
Let us not only fast from food and drink, but also fast from anger, arrogance, and dishonesty.
Let us not only improve our English skills, but also improve our moral and spiritual strength.
Because in the end,
“Character is the real measure of success.”
Semoga Ramadhan ini membentuk kita menjadi pendidik yang berilmu, berakhlak, dan bertakwa.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Website Resmi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau