Upaya penguatan moderasi beragama terus digalakkan di lingkungan kampus. Salah satunya melalui kegiatan bimbingan kelompok yang dilaksanakan di depan Gedung Islamic Center UIN Sultan Syarif Kasim Riau pada Kamis pagi. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa dengan penuh antusias sebagai bagian dari pembinaan karakter moderat dan cinta kerukunan, sekaligus sebagai implementasi program prioritas (Protas) 1 Kementerian Agama, yaitu kerukunan dan cinta kemanusiaan.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Laboratorium Bimbingan dan Konseling, dan Pusat Informasi Konseling Mahasiswa Madani (PIK M-Madani). Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata komitmen institusi dalam mendukung penguatan moderasi beragama melalui pendekatan yang menekankan nilai kemanusiaan, empati, dan kehidupan yang rukun di tengah keberagaman.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Ismail Mulia Hasibuan, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan menekankan pentingnya mahasiswa mengembangkan sikap moderat sebagai fondasi dalam membangun kerukunan. “Kerukunan dalam keberagaman harus terus dijaga, dan mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan menjunjung nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, kegiatan dipimpin oleh Kepala Laboratorium Bimbingan dan Konseling, Raja Rahima Munawarah Raja Ahmad, S.Pd.I., M.Pd., Kons. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa bimbingan kelompok merupakan metode yang efektif dalam membina dan memperkuat sikap moderat mahasiswa melalui pengalaman langsung, sehingga nilai-nilai kerukunan dan cinta kemanusiaan tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan.
Kegiatan diawali dengan doa, kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok oleh Ketua Umum PIK-M, Fatimah Azzahra. Setiap kelompok dipandu oleh pemimpin kelompok yang bertugas memfasilitasi jalannya diskusi. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif, mencerminkan praktik nyata dari nilai kebebasan berpendapat, saling menghargai, dan keterbukaan dalam interaksi sosial.
Dalam proses diskusi, berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa diangkat, seperti konflik dalam pertemanan, perbedaan pendapat, hingga pentingnya menjaga komunikasi yang sehat. Peserta diajak untuk memahami bahwa perbedaan merupakan bagian dari kemanusiaan yang harus disikapi dengan bijak, sehingga tidak menjadi sumber konflik, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun hubungan yang harmonis.

Melalui dinamika kelompok, nilai-nilai moderasi seperti toleransi, empati, dan sikap saling menghargai berkembang secara alami. Hal ini sejalan dengan semangat Protas 1, di mana kerukunan tidak hanya dimaknai sebagai hubungan sosial yang damai, tetapi juga sebagai bentuk nyata dari cinta kemanusiaan yang menghargai martabat setiap individu.
Peserta juga diajak untuk merefleksikan sikap diri dan meningkatkan kesadaran bahwa menjaga kerukunan dimulai dari hal sederhana, seperti cara berkomunikasi, menghargai pendapat orang lain, serta kemampuan mengelola emosi. Dari sinilah sikap moderat tumbuh dan menjadi dasar dalam membangun kehidupan sosial yang sehat.
Kegiatan ini berlangsung dengan semarak dan penuh antusias hingga berakhir pada pukul 11.00 WIB. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman tentang moderasi beragama, tetapi juga mengalami langsung proses pembentukan sikap moderat yang berorientasi pada kerukunan dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UIN Suska Riau kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama, khususnya dalam membangun kerukunan dan cinta kemanusiaan melalui penguatan moderasi beragama. Diharapkan, mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kampus maupun masyarakat luas.
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Website Resmi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau





