Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sultan Syarif Kasim Riau kembali menorehkan prestasi akademik melalui keberhasilan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Melgis Dilkawaty Pratama, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dalam meraih gelar Doktor (PhD) di School of Humanities, Creative Industries and Social Sciences, The University of Newcastle Australia.
Melgis menempuh pendidikan doktoral melalui program beasiswa Program 5000 Doktor Luar Negeri – MoRA Scholarship Kementerian Agama RI tahun 2021. Program ini merupakan salah satu upaya strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi keagamaan di Indonesia melalui studi lanjut di berbagai universitas dunia.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar FTK UIN Suska Riau sekaligus menunjukkan komitmen dosen FTK dalam meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi keilmuan di tingkat internasional.
Dalam studi doktornya, Melgis mengangkat disertasi berjudul “Exploring EFL Student Plagiarism: Insights of Islamic Higher Education in Indonesia”. Penelitian tersebut membahas fenomena plagiarisme mahasiswa English as a Foreign Language (EFL) di lingkungan pendidikan tinggi Islam di Indonesia, khususnya dari perspektif sosial, budaya Melayu, dan nilai-nilai keislaman.
Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan melibatkan 30 mahasiswa Melayu Muslim sebagai partisipan. Data diperoleh melalui dokumen tugas akhir mahasiswa, kuesioner, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan content analysis, statistik deskriptif, dan analisis tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa memahami bahwa plagiarisme melanggar integritas akademik dan ajaran Islam, pemahaman dan praktik mereka masih beragam. Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya plagiarisme antara lain keterbatasan pemahaman akademik, kurangnya keterampilan menulis ilmiah, tekanan psikologis dan sosial, penyalahgunaan teknologi digital, lemahnya penegakan aturan akademik, serta normalisasi plagiarisme dalam budaya akademik.
Dari sisi budaya, nilai-nilai Melayu yang menekankan keharmonisan sosial turut memengaruhi cara pandang mahasiswa terhadap plagiarisme. Sementara itu, dari perspektif religius, mahasiswa menyadari bahwa plagiarisme bertentangan dengan etika Islam, namun dalam praktiknya masih terjadi kompromi terhadap prinsip-prinsip tersebut demi menjaga hubungan sosial.
Melalui temuan ini, penelitian tersebut merekomendasikan pentingnya kebijakan integritas akademik yang sensitif terhadap budaya dan agama, peningkatan pembelajaran paraphrasing dan sitasi, penguatan keterampilan riset mahasiswa, konsistensi penegakan aturan anti-plagiarisme, serta pemanfaatan nilai-nilai Islam dalam memperkuat integritas akademik.
Pimpinan dan civitas akademika FTK UIN Sultan Syarif Kasim Riau mengucapkan selamat dan sukses atas capaian tersebut. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.


